Apakah dengan Menggunakan Digital Marketing, Omzet Kita akan Semakin Besar? Belum Tentu

Di artikel sebelumnya, Disconfis sudah membahas tentang penjelasan, kelebihan, dan kekurangan secara singkat dari digital marketing ini. Selain itu, ada juga artikel tambahan tentang pengenalan singkat Facebook Ads.

Menilik keuntungan yang disebutkan pada artikel tersebut, nampaknya nggak salah kalau banyak pebisnis yang tergoda untuk mulai mencoba memasuki digital marketing dan meninggalkan konsep marketing yang lama. Tapi, apakah dengan menggunakan digital marketing ada jaminan bisnis yang dijalankan bakal untung?

Pixabay/geralt

Belum tentu.

Meski memberikan berbagai kemudahan dibandingkan marketing cara lama, digital marketing tetap bukanlah strategi marketing anti-gagal. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan matang-matang sebelum mulai terjun ke digital marketing. Mulai dari riset pasar, mencari persona pelanggan, riset kebiasaan calon pelanggan, sampai menentukan biaya dan rentang waktu iklan.

Analoginya seperti ini, ketika anda terjun ke medan perang tanpa pelatihan, perlengkapan, dan ilmu yang layak, risiko tertembak dan gugur di tempat pasti sangat besar, kan?

Begitu halnya dengan digital marketing. Anda tentunya tidak ingin kan,bisnis yang telah dibangun selama ini dengan cucuran keringat dan derai air mata menjadi limbung hanya karena kurangnya persiapan.

Meski biaya digital marketing tergolong lebih murah dibandingkan marketing biasa (tidak perlu cetak brosur, spanduk, atau semacamnya), tapi biaya yang awalnya murah ini bisa menjadi mahal apabila tidak ada orang yang tertarik untuk menggunakan produk atau jasa anda. Hal ini disebabkan karena anda diharuskan untuk membayar setiap ada yang melihat atau melakukan interaksi (like, comment, atau share) di postingan anda. Nah, apabila banyak yang melihat dan berinteraksi namun tidak ada yang beli, apa yang akan terjadi? Tentunya uang yang telah anda keluarkan akan lenyap begitu saja tanpa mendapatkan keuntungan.

Pixabay/geralt

Bingung? Baiklah, kami beri contoh, ya.

Anda mempunyai bisnis jual pakan kucing dan anda mengiklankan postingan promosi anda lewat Facebook tanpa mengatur target pasar anda. Postingan iklan anda kemudian akan disebarkan oleh Facebook ke beberapa pengguna, baik mereka yang suka kucing atau tidak. Lalu apakah mereka yang tidak suka kucing akan membeli produk anda? Padahal mereka sudah melihat postingan anda dan mungkin sudah ada yang sekadar meninggalkan like atau komentar. Otomatis biaya iklan yang anda setorkan ke Facebook sudah dipakai, dong. Soalnya mereka sudah melihat atau berinteraksi dengan postingan anda, terlepas mereka ujung-ujungnya beli atau nggak. Nah kalau sudah begini, untung enggak, boncos iya.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memanfaatkan digital marketing pada bisnis anda, pelajarilah terlebih dahulu seluk-beluk tentang digital marketing. Cara paling mudah adalah mengikuti seminar yang diadakan praktisi digital marketing atau bergabung dengan komunitas Digital Marketing, baik secara online maupun offline.

Namun apabila anda tidak memiliki banyak waktu untuk mempelajari hal tersebut, anda bisa menyewa jasa agensi untuk mengiklankan produk anda. Anda tinggal membeberkan detail produk anda, dan nantinya pihak agensi yang akan mengurusi semuanya dan melaporkan hasilnya ke anda.

Nanti kalau mau pakai agensi, apakah pasti untung? Belum tentu juga. Karena yang menentukan laku atau tidaknya dari sebuah produk adalah kualitas dari produk itu sendiri dan after sales service yang anda tawarkan.

Yang dilakukan oleh agensi adalah memastikan iklan anda tersampaikan ke orang yang tepat sesuai dengan persona yang anda inginkan. Jadi iklan mengenai pakan kucing hanya akan dikirimkan ke orang yang suka kucing. Dan keputusan akhir apakah mereka akan membelinya atau tidak, tetap berada di tangan calon pembeli.

admin-dsc