Kenapa Harus Branding, Nggak Langsung Jualan Aja, Sih? Bisa, Tapi…

Pertanyaan itu sering dilontarkan oleh beberapa wirausahawan baru. Mereka merasa langsung menjajakan produk mereka untuk mengambil target pasar adalah hal yang penting. Memang penting, tapi hanya untuk jangka pendek. Kalau anda serius dengan bisnis yang anda rintis dan ingin bertahan dalam jangka panjang, maka branding adalah jawabannya.

Apa itu branding?

Branding adalah proses mengenalkan, membangun, dan membesarkan brand berupa produk/jasa yang kita jual kepada target pasar sehingga dapat menciptakan identitas diri terhadap brand kita. Semua brand yang besar, pasti memiliki identitas diri yang telah melekat pada brand mereka.

Misal, kalau kamu mendengar Aqua, pasti kamu langsung membayangkan air mineral kemasan yang dikemas dalam gelas, botol, atau galon. Kalau kamu mendengar Pepsodent, pasti kamu langsung membayangkan pasta gigi yang memiliki warna dominan merah dan putih. Mungkin contohnya terlalu mendunia, ya. Kalau begitu kita coba brand lokal, deh. Ketika kamu mendengar Brodo atau Upnormal, apa yang anda pikirkan? Brodo identik akan sepatu produksi dalam negeri dengan kualitas yang cukup baik. Kalau Upnormal, pasti kamu tahu itu adalah tempat dimana kamu bisa nongkrong sambil main UNO dan nyeruput kopi atau makan mi instan tanpa takut diusir.

MyFunFooDiary

Itulah pentingnya branding, dimana orang bisa mengetahui dan mempercayai apa yang kita jual atau kita tawarkan. Sekarang coba tanyakan kembali ke diri anda, ketika orang mendengar brand anda, apa yang mereka pikirkan tentang brand anda dan seberapa banyak pengetahuan mereka tentang produk yang anda tawarkan. Setelah itu, kategorikan jawaban tersebut ke dalam 3 jenis pasar di bawah ini.

Sebelum masuk lebih dalam mengenai branding, yang perlu anda ketahui adalah jenis pasar. Jenis pasar terdiri atas 3 hal, yaitu cold market, warm market, dan hot market. Ingat, tidak semua orang siap untuk membeli produk anda atau menggunakan jasa anda. Oleh karena itu, pasar kita harus dibimbing perlahan sehingga nantinya mereka siap menjadi pelanggan setia anda.

Pixabay / Free-Photos

Lalu apa bedanya 3 jenis pasar tersebut?

Cold market adalah kondisi dimana target pasar tidak akan langsung membeli barang atau memakai jasa anda karena mereka masih belum tahu siapa dan apa yang anda jual. Terlebih kalau anda tidak menjual franchise seperti Kebab Turki Baba Rafi atau Cappucino Cincau. Untuk membuat mereka mengetahui, menyukai, dan mempercayai brand anda, tugas anda adalah mengubah cold market tersebut menjadi warm market.

Warm market adalah kondisi dimana target pasar anda sudah mulai mengetahui, tertarik, dan membeli produk atau pemakai jasa anda. Hanya saja, mereka belum terlalu tertarik dan terkadang hanya ingin mencoba produk anda terlebih dahulu. Orang yang anda tawarkan produk atau jasa anda untuk pertama kali, seperti rekan kerja, teman main, teman sekolah, atau yang lainnya juga bisa disebut sebagai warm market. Mereka masih belum mempunyai loyalitas yang cukup tinggi untuk ‘tergila-gila’ pada produk atau jasa anda.

Hot market adalah kondisi dimana calon pembeli sudah mengenal produk anda dengan baik dan ingin membeli produk atau menggunakan jasa anda secara terus-menerus dimana ada kesempatan. Mereka sudah paham kualitas produk atau jasa yang anda tawarkan, dan mereka tidak akan berpikir dua kali untuk mulai bertransaksi dengan anda.

Nah, lalu apa hubungannya dengan branding? Branding adalah proses yang dapat mengubah pasar anda dari cold market menjadi warm market. Membuat mereka mengerti, teredukasi, dan tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa anda. Sebuah transaksi tidak akan terlaksana apabila calon pembeli ragu-ragu dengan apa yang anda tawarkan.

Pixabay / geralt

Jadi sekarang sudah paham kan pentingnya branding bagi usaha anda? Langsung menjual memang tepat, tapi untuk keuntungan jangka panjang, branding adalah hal yang wajib dilakukan. Tapi, bagaimana cara melakukan branding yang baik? Kamu dapat melihatnya di artikel selanjutnya. See ya!

admin-dsc